SoG4iGVrlm2d0xVc7TbcWuGl8F4PkcCzhtCrmamZ

Rupanya Ada-loh Bus Damri LORENA di BSD

Bus Lorena-Damri-Bandara-Soeta-BSD


Pilihan moda transportasi umum menuju dan dari BandaraSoeta ke BSD tidak terbilang banyak, apalagi kalau sudah sore menjelang malam, pilihan hanya terbatas pada taksi online ataupun taksi konvensional. Dan dapat dikatakan tidak murah juga.

Dahulu pada saat penitipan kendaraan di bandara masih terjangkau harganya, untuk tugas kedinasan 2-3 hari masih nyaman titip kendaraan di sana. Saat ini, harga penitipannya sudah masuk nilai ekonomis, harga titip dengan harga transport PP Taksi Online sudah hampir sama (kalau tidak mau dikatakan parkir lebih mahal sedikit), artinya dalam hal ini saya sudah “kalah” di bahan bakar, ketimbang menggunakan armada online.

Pilihan yang terjangkau berikutnya adalah naik Bus Damri, dengan berbagai tujuan dan armada yang sudah terbilang banyak, Jakarta-Bandung, Jakarta-Bogor, Jakarta kemana aja ada. Namun jadwal keberangkatan yang menurut saya masih harus meraba-raba, memilih mana yang terdekat dan mana yang tercepat. Seperti Bandara-BSD Intermark yang jadwalnya ada satu jam sekali. Namun demi melihat di Intermark yang kadang-kadang ada/ tidak ada bus Damri, akhirnya untuk keberangkatan memilih diantar saja, agar lebih pasti dan aman.

Berbeda ketika di Jakarta yang telah ada banyak pilihan Damri, mulai dari terminal Rawamangun, Tanjung Priok, Kampung Rambutan, Gambir dan masih ada beberapa lainnya sehingga kita dapat memilih yang terdekat dengan tempat tinggal.

Pengalaman Naik Bus Damri Lorena

Berbeda ketika kembali ke Jakarta setelah tugas kedinasan, karena sudah lebih santai dan tidak berkejar-kejaran dengan waktu, maka saya memilih kendaraan dan membanding-bandingkan harga mana yang lebih masuk akal dan tercepat. Taksi Online sekitaran Rp. 200.000,- s/d 250.000,- belum termasuk biaya tol, sementara untuk taksi non online bisa lebih mahal, tetapi mereka saat ini sudah “cerdas” dengan menawarkan jasa “samakan saja dengan taksi on line” jadi kita harus tahu terlebih dahulu harga taksol.

Dan kembali lagi yang paling terjangkau adalah Damri, namun hanya terdapat satu keberangkatan setiap 1 jam sekali dengan harga Rp. 80.000,- duduk manis sudah akan sampai di Intermark BSD (tujuan). Lebih murah tetapi harus menunggu atau membayar lebih mahal tetapi dapat berangkat dengan segera.

Demi melihat-lihat promo taksol sembari menunggu Damri (tetapi belum dipesan tiketnya) petugas busnya menawarkan (karena tujuan ke BSD) “tunggu aja Lorena Mas,” mana yang tercepat datang aja. Petugasnya menyampaikan Lorena dan Damri ini selisih keberangkatannya 30 menit, saat itu jam menunjukkan pukul 15.20 WIB, kalau Damri sudah dapat dipastikan jam 16.00 akan tiba, sementara Lorena 15.30 WIB tetapi dengan harga yang sedikit lebih mahal dan tujuan yang sedikit berbeda tetapi di BSD juga, harga tiket Lorena itu Rp. 115.000,- dengan tujuan Intermoda.


Tiketing-Bus-Lorena
Tiket-Bus-Lorena


Ga menunggu lama, Bus Lorena tiba, menunggu tidak terlalu lama dan berangkat ke BSD, sempat drivernya menanyakan tujuan di BSD kemana, saya pun menyampaikan ke Pasar Modern Lama, oke nanti dimampirin. Loh kok bisa, ini mah malah menguntungkan saya selaku penumpang. Selain lebih cepat dan tujuan hampir sama dengan Damri Intermark, hanya harga sedikit lebih mahal namun jauh lebih murah dari Taksol dan berangkat ga pake lama, lalu lewat tol baru pulak, praktis 30 menit sudah sampai BSD, sempat ketar-ketir karena hujan deras beut, semoga jalan tol-nya ga kebanjiran.

Tetapi mungkin karena belum ada yang tahu Damri Lorena ini, alhasil penumpangnya hanya tiga orang saja. Bagi saya sih enak-enak aja sepi dan lowong tetapi terbersit juga khawatir apakah akan bertahan lama Damri ini (semoga bertahan lama ya) meskipun dengan penumpang yang sedikit dan semoga kedepannya akan bertambah ramai.

Pun setelah di Pasar Modern, drivernya masih sempat-sempatnya menanyakan, tinggal di kompleks mana. Demi saya menyebutkan suatu kompleks daerah di BSD, drivernya mengupayakan akan melewati di komplek tersebut.

Seru, mendapat pengalaman baru menggunakan moda transportasi umum Damri Lorena ini.

 

Bus-Lorena-Masih-Sepi-Penumpangnya
Bus-Lorena-Masih-Sepi-Penumpangnya


Trik menggunakan angkutan umum.

Memang untuk menggunakan transportasi umum, saya sendiri menggunakan trik-trik tertentu. Seperti lebih memilih untuk membayar setelah mendapat bus terlebih dahulu.

Karena dahulu pernah memiliki pengalaman menggunakan Damri dengan tujuan ke Priok dan sudah membeli tiket, akhirnya sudah terkunci menggunakan Damri ke Priok, padahal harus menunggu sekitar 40 menit lagi sementara saat itu sudah tersedia Damri dengan tujuan ke Rawamangun, yang sebenarnya dapat saya siasati menggunakan bus damri tersebut dan turun di tengah perjalanan lalu menyambung kembali menggunakan transportasi online lainnya.

Hmmm… dalam menggunakan transportasi umum itu  penting untuk tetap tenang dan memperhatikan keadaan dengan sebaik-baiknya dan memilih transportasi mana yang terbaik. Mempertimbangkan mana yang tercepat dengan harga terbaik.

Namun hal ini dapat saya lakukan karena saya sendiri bepergian, tidak bersama keluarga, sementara ketika bersama keluarga ada beberapa faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan, sehingga terkadang harga agak sedikit diabaikan.

Semangat terus para pejuang dan pengguna transportasi umum…

Related Posts
Kornelius Ginting
Orang Baik Rejekinya Juga Baik

Related Posts

Posting Komentar