SoG4iGVrlm2d0xVc7TbcWuGl8F4PkcCzhtCrmamZ

Dasar-Dasar Megelola Keuangan Personal-1 Ala Eko Pratama (Buku Financial Wisdom 1)

 

Buku Financial Wisdom 1


 

Buku lawas yang merupakan tulisan dari Pak Eko. P. Pratama, seorang tamatan teknik Aeronautikan ITB yang banting stir menjadi ahli dalam bidang keuangan.

 

Buku ini adalah merupakan kumpulan tulisan beliau selama kurun waktu tahun 2011-2012, yang menurut saya masih relate dengan keadaan saat ini.

 

Ya, hitung-hitung menghabiskan waktu lowong liburan, salah satunya dengan membaca buku "old school" ini.

 

Berikut rangkuman catatan saya selama membaca buku Kebijaksanaan Keuangan Ala Om Eko. P. Pratama.

 

Harta memang dapat mendatangkan kemuliaan tetapi harta juga dapat menjerumuskan manusia ke dalam kehinaan. Tergantung dari pilihan kita dan bagaimana kita memahami hakikat harta dalam kehidupan kita.

 

Rasio penghasilan terhadap pengeluaran yang harus selalu lebih besar dari satu, artinya berapapun penghasilannya, pengeluaran selalu harus lebih kecil daripada penghasilan, sehingga selalu ada sisa uang untuk diinvestasikan a.ka ditabung. Dan rasio  penghasilan terhadap pengeluaran harus lebih dari satu adalah indikator sederhana untuk menunjukkan kecerdasan finasial seseorang. Pada bagian ini artinya saya sudah berada di koridor yang sesuai.

 

Kebutuhan finansial kita bukan hanya saat ini, melainkan masih banyak kebutuhan finansial yang harus dipenuhi pada masa mendatang (halaman 8) seperti Pendidikan Anak, Pernikahan Anak, Masa Pensiun, Biaya Kesehatan, Dana Darurat dan masih ada beberapa lainnya.

 

Faktanya masalah keuangan itu, hanya bersumber pada pemasukan dan pengeluaran. Sebisa mungkin tingkatkan penghasilan dan meminimalisasi pengeluaran. Sementara pemasukan itu berasal dari penghasilan dan hutang, jadi sebisa mungkin tingkatkan penghasilan dan hindari hutang konsumtif yang tidak perlu.

 

Jangan hanya memiliki cicilan hutang tapi miliki juga cicilan investasi. Karena tujuan dari cicilan investasi adalah memenuhi kebutuhan masa depan yang dananya belum tersedia saat ini seperti biaya pendidikan. Untuk instrumen keuangannya Om Eko menyarankan jika invest jangka panjang maka dapat menggunakan saham, sukuk, emas atau reksadana.

 

Fyi, salah satu investasi terbaik adala ILMU. Ilmu yang bisa didapat baik melalui proses pembelajaran secara formal ataupun non formal, mengikuti pelatihan,  membaca buku (seperti yang sedang saya lakukan saat ini) ataupun cara lainnya, mendengarkan pengalaman orang lain, menyaksikan video youtube dan podcast orang sukses.

 

Segala sesuatu ada ilmunya bahkan dalam investasi, akan sangat bijak jika kita belajar terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Tanpa pemahaman yang benar investasi yang sejatinya akan mendapatkan keuntungan justru akan dapat menghadirkan bencana jika kita tidak memahaminya sedari awal. Pahami dahulu baru kemudian investasi dan nikmati hasilnya.

 

Bahkan dalam hal berhutang pun Om Eko mengajarkan tips dan triksnya sebagai berikut:

  1. ·       Pastikan tujuan berhutang adalh produktif seperti untuk membeli rumah (karena rumah akan naik terus) lalu kendaraan operasional, meskipun jadi beban dan akan menyusut tetapi ga pa pa berhutang kendaraan karena akan mendukung operasional.
  2. ·       Penghasilan saat ini minimal 3x dari total cicilan yang harus dibayar. Artinya kita mampu membayar cicilan hutang dan tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup.
  3. ·       Pastikan penghasilan kita setelah membayar hutang masih dapat memenuhi kebutuhan hidup, ya iyalah, secara kan penghasilan minimal tiga kali dari total cicilan seharusnya bisa ya.
  4. ·       Miliki asuransi jiwa dengan total pertanggungjawaban sebisar hutang yang ada.  Untuk menghindari keluarga dari kerugian dari hutang jika terjadi kematian. Hmmm yang ini saya masih kurang setuju, biasanya perusahaan sudah mempersiapkannya jika berhutang dalam jumlah besar. Dan sebisa mungkin selama memiliki hutang, banyak-banyak berdoa dan mohon kekuatan dari Tuhan agar mampu melunasinya.
  5. ·     Upayakan besar total hutang tidak melebihi aset yang kita miliki. Asumsinya jika kita tidak mampu membayar maka dengan menjual aset yang kita miliki mampu untuk membayar hutang tersebut.

 

Om Eko juga membahas bedanya antara Kebutuhan dengan Keinginan. 

Kebutuhan itu adalah motivasi mengalokasikan anggaran pengeluaran yang bersifat prioritas untuk memenuhi tujuan-tujuan kehidupan yang memang harus disediakan baik untuk saat ini dan masa yang akan datang. Sementara keinginan adalah motivasi menggunakan sumber dana [biasanya belum direncanakan dan belum ada dananya] dan umumnya didorong untuk memperoleh kesenangan, kenyamanan, kenikmatan, kemudahan, menjaga gaya hidup (gengsi) dan semua hal itu masih dapat ditunda atau bahkan dihindari.

 

Lanjutbab berikutnya...

Related Posts
Kornelius Ginting
Orang Baik Rejekinya Juga Baik

Related Posts

Posting Komentar