SoG4iGVrlm2d0xVc7TbcWuGl8F4PkcCzhtCrmamZ

Dasar-Dasar Megelola Keuangan Personal-2 Ala Eko Pratama (Buku Financial Wisdom 1)

 

Buku Financial Wisdom 1


 

Pada bagian sebelumnya Om Eko membagikan cara-cara dalam mengelola keuangan dengan baik. Dan ini adalah bab selanjutnya

 

Jangan lupa untuk mengalokasikan untuk biaya kesehatan, salah satunya dengan memiliki asuransi kesehatan. Hmmm, bagian ini saya pernah kecewa dengan salah satu agen asuransi. Dan memilih untuk percaya saja pada BPJS pemerintah sembari mendoakan agar pemerintah dapat semakin lebih baik dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk rakyatnya.

 

Untuk biaya kesehatan ini saya modifikasi untuk membeli perlengkapan olahraga seperti sepeda, sepatu yang nyaman untuk olahraga dan memulai untuk menggerakkan badan, berolahraga disekitaran rumah.  

 

Seperti kesehatan yang terkadang memerlukan medical sek up maka keuangan pun demikian. Lakukan Cek up keuangan kita (mulai dari nol ya, seperti slogan dari Pertamina)

  1. ·       Periksa kembali kebersihan dari penghasilan dan harta kita sehingga terhindar dari sesuatu yang tidak halal atau dilarang agama. Begitupn pengeluaran cek kembali, apakah pemanfaatannya sesuai dengan kebutuhan dan tidak sia-sia.
  2. ·       Buat perencanaan hidup. Pun dengan perencanaan keuangan. Buat catatan perencanaan triwulan, semester ataupun tahunan dan jangka panjang diatas 5 tahun.
  3. ·       Sadari apakah kita sudah cerdas finansial. Apakah ada update keuangan yang harus diketahui. Jsngan berhenti belajar dan mencari tahu tentang cerdas finansial.

 

Perhatikan baik-baik dan rencanakan dengan saksaman, jika kita gagal dalam merencanakan sama artinya dengan merencanakan kegagalan kita sendiri.

 

Om Eko juga menjelaskan perbedaan antara orang Pintar dengan orang Cerdas, Orang Pintar adalah orang yang dianggap mampu mengatasi persoalan-persolan baik itu disekolah atau dikehidupan. Sementara orang cerdas adalah orang yang megetahui apa yang ia inginkan, ia impikan dan berusaha sekeras mungkin untuk mencapainya termasuk juga mampu untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan dalam rangka meraih apa yang diimpikan dan dicita-citakannya.

 

Terkait dengan Investasi Om Eko menyampaikan agar membuat Manajemen portofolio, mengivestasikan dana kita menjadi tiba bagian yaitu 30% jangka pendek [Deposito, reksadana, pasar uang], 40% jangka menengah [reksadana pendapatan tetap/terproteksi/campuran] dan 30% jangka panjang [saham atau reksadana saham].  Ini adalah contoh manajemen portofolio, dikembalikan kepada kita selaku Manajer Investasi Pribadi untuk memilih mana yang terbaik.

 

Oiya, dinamika dalam pasar investasi membuat setiap strategi inevstasi memiliki kekurangan dan kelebihan, tidak ada yang sempurna. Namun akan lebih baik jika investor memiliki salah satu dari strategi yang ada agar dapat berdisplin diri, daripada tidak memiliki strategi sama sekali (halaman 45)

 

Dalam hal berinvestasi Om Eko memberi pesan, Miliki Optimisme, belajar dari krisis di dunia saham sebelumnya bahwa kepanikan akan merugikan investor sementara kesabaran dan berfikir rasional justru akan memberikan keuntungan jangka panjang.

 

Membangun optimisme menjadi penting karena investor di bursa saham harus memiliki kekuatan dan ketahanan menghadapi gejolak. Berinvestasilah untuk jangka panjang walaupun tidak ada jaminan secara historis. Semakin panjang jangka waktu investasi, maka semakin kecil resiko flutuasi pasar dan semakin besar kemungkinan memperoleh keuntungan.

 

Eep Syaifulah pernah berkata, apa bedanya orang optimis dengan pesimis, ia menjawab dengan analogi, "orang optimis makan donat sementara orang pesimis memakan lobangnya donat." Kita yang mana saat ini.

 

Kemudian siapkan tabungan darurat, minimal 3x dari total pengeluaran namun idealnya 12x dari total pengeluaran. Contohnya, jika total pengeluaran saat ini 10 juta, maka minimal dana darurat adalah 30 juta dan idealnya 120 juta. Dana darurat ini akan berguna jika terjadi suatu keadaan darurat, atau dana darurat jika tidak digunakan maka dapat digunakan sebagai investasi jangka panjang seperti biaya pendidikan anak sehingga investasi yang telah disiapkan tidak perlu untuk dicairkan tetapi dapat menggunakan dana darurat yang telah tersedia.

Hati-hati dengan monster pemborosan, Pemborosan dapat terjadi karena kita tidak memiliki perencanaan masa depan, tidak sadar dengan adanya kebutuhan-kebutuhan finansial yang lebih prioritas dimasa depan yang perlu dipersiapkan seperti Pendidikan Anak, Perjalanan Ibadah, menikahkan anak, persiapan pensiun, dan membuka usaha. 

 

Maka dari itu bersama pasangan sedini mungkin tentukan rencana-rencana hingga 10-20 tahun kedepan. Lalu dalam hal ketika hendak memiliki suatu barang, tentukan apakah benar itu kebutuhan atau hanya sebatas keinginan.

 

Lalu dalam hal pendidikan anak, lakukan juga controlled pain, keprihatinan terkontrol untuk anak, seperti memberikan uang jajan secukupnya, membiasakan menabung semenjak dini. Controlled pain akan membentuk anak menjadi pribadi tangguh dan mandiri dengan keadaan apapun.

 

Hampir serupa dengan Manajement Portofolio, lakukan strategi mengatur keuangan 4-4-2 atau 4-3-3, yaitu penghasilan dibagi menjadi tiga bagian sebagai berikut 40% untuk kebutuhan primer, lalu 30% untuk kebutuhan sekunder dan 30% terakhir untuk kebutuhan finansial masa depan (menabung).

 

Jangan lupakan rekreasi dan hiburan namun perhatikan juga untuk rekreasi sekalipun harus dipikirkan, jangan asal rekreasi sahaja, upayakan mencakup 4 M, MENYENANGKAN, MENYEHATKAN, MENDIDIK dan MEMILIKI MANFAAT.

 

At the end, Om Eko menyampaikan bahwa Penghasilan itu tidak terbatas, tidak hanya dari gaji saja tetapi dari usaha-usaha lainya. Sementara pengeluaran itu terbatas, seperti sandang, pangan dan papan, contohnya tidak mungkin kita makan 10 kali dalam sehari atau memakai baju langsung 10 rangkap. Artinya pengeluaran itu terbatas jika hanya sesuai dengan kebutuhan.

 

Apa yang telah disampaikan Om Eko adalah dasar-dasar dalam mengelola keuangan dengan baik. Namun demikian untuk menjalankan semuanya dengan sempurna seperti yang telah disampaikan, tidak mudah, memang. Tergantung pada kebutuhan dan kemampuan dari finansial kita masing-masing. Namun demikian apa yang telah disampaikan dapat dijadikan suatu dasar untuk merencanakan keuangan dengan baik. Setidaknya memiliki gambaran tentang perencanaan keuangan yang baik dan berupaya untuk mewujdukannya dalam kehidupan keseharian kita.

Mari mulai merencanakan keuangan dengan baik, demi masa depan yang kebih baik.

Related Posts
Terbaru Lebih lama
Kornelius Ginting
Orang Baik Rejekinya Juga Baik

Related Posts

Posting Komentar