Pada bagian sebelumnya Om Eko membagikan cara-cara dalam mengelola keuangan dengan baik. Dan ini adalah bab selanjutnya
Jangan
lupa untuk mengalokasikan untuk biaya kesehatan, salah satunya dengan memiliki
asuransi kesehatan. Hmmm, bagian ini saya pernah kecewa dengan salah satu agen
asuransi. Dan memilih untuk percaya saja pada BPJS pemerintah sembari mendoakan
agar pemerintah dapat semakin lebih baik dalam memberikan pelayanan kesehatan
untuk rakyatnya.
Untuk
biaya kesehatan ini saya modifikasi untuk membeli perlengkapan olahraga seperti
sepeda, sepatu yang nyaman untuk olahraga dan memulai untuk menggerakkan badan,
berolahraga disekitaran rumah.
Seperti
kesehatan yang terkadang memerlukan medical sek up maka keuangan pun demikian.
Lakukan Cek up keuangan kita (mulai dari nol ya, seperti slogan dari Pertamina)
- · Periksa
kembali kebersihan dari penghasilan dan harta kita sehingga terhindar dari
sesuatu yang tidak halal atau dilarang agama. Begitupn pengeluaran cek kembali,
apakah pemanfaatannya sesuai dengan kebutuhan dan tidak sia-sia.
- · Buat
perencanaan hidup. Pun dengan perencanaan keuangan. Buat catatan perencanaan
triwulan, semester ataupun tahunan dan jangka panjang diatas 5 tahun.
- · Sadari
apakah kita sudah cerdas finansial. Apakah ada update keuangan yang harus
diketahui. Jsngan berhenti belajar dan mencari tahu tentang cerdas finansial.
Perhatikan baik-baik dan rencanakan dengan saksaman, jika kita gagal dalam merencanakan sama artinya dengan merencanakan kegagalan kita sendiri.
Om
Eko juga menjelaskan perbedaan antara orang Pintar dengan orang Cerdas, Orang
Pintar adalah orang yang dianggap mampu mengatasi persoalan-persolan baik itu
disekolah atau dikehidupan. Sementara orang cerdas adalah orang yang megetahui
apa yang ia inginkan, ia impikan dan berusaha sekeras mungkin untuk mencapainya
termasuk juga mampu untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan dalam
rangka meraih apa yang diimpikan dan dicita-citakannya.
Terkait dengan Investasi Om Eko menyampaikan agar membuat Manajemen portofolio, mengivestasikan dana kita menjadi tiba bagian yaitu 30% jangka pendek [Deposito, reksadana, pasar uang], 40% jangka menengah [reksadana pendapatan tetap/terproteksi/campuran] dan 30% jangka panjang [saham atau reksadana saham]. Ini adalah contoh manajemen portofolio, dikembalikan kepada kita selaku Manajer Investasi Pribadi untuk memilih mana yang terbaik.
Oiya,
dinamika dalam pasar investasi membuat setiap strategi inevstasi memiliki
kekurangan dan kelebihan, tidak ada yang sempurna. Namun akan lebih baik jika
investor memiliki salah satu dari strategi yang ada agar dapat berdisplin diri,
daripada tidak memiliki strategi sama sekali (halaman 45)
Dalam
hal berinvestasi Om Eko memberi pesan, Miliki Optimisme, belajar dari krisis di
dunia saham sebelumnya bahwa kepanikan akan merugikan investor sementara
kesabaran dan berfikir rasional justru akan memberikan keuntungan jangka
panjang.
Membangun
optimisme menjadi penting karena investor di bursa saham harus memiliki
kekuatan dan ketahanan menghadapi gejolak. Berinvestasilah untuk jangka panjang
walaupun tidak ada jaminan secara historis. Semakin panjang jangka waktu
investasi, maka semakin kecil resiko flutuasi pasar dan semakin besar
kemungkinan memperoleh keuntungan.
Eep Syaifulah pernah berkata, apa bedanya orang optimis dengan pesimis, ia menjawab dengan analogi, "orang optimis makan donat sementara orang pesimis memakan lobangnya donat." Kita yang mana saat ini.
Kemudian
siapkan tabungan darurat, minimal 3x dari total pengeluaran namun idealnya 12x
dari total pengeluaran. Contohnya, jika total pengeluaran saat ini 10 juta,
maka minimal dana darurat adalah 30 juta dan idealnya 120 juta. Dana darurat
ini akan berguna jika terjadi suatu keadaan darurat, atau dana darurat jika
tidak digunakan maka dapat digunakan sebagai investasi jangka panjang seperti
biaya pendidikan anak sehingga investasi yang telah disiapkan tidak perlu untuk
dicairkan tetapi dapat menggunakan dana darurat yang telah tersedia.
Hati-hati
dengan monster pemborosan, Pemborosan dapat terjadi karena kita tidak memiliki
perencanaan masa depan, tidak sadar dengan adanya kebutuhan-kebutuhan finansial
yang lebih prioritas dimasa depan yang perlu dipersiapkan seperti Pendidikan
Anak, Perjalanan Ibadah, menikahkan anak, persiapan pensiun, dan membuka
usaha.
Maka
dari itu bersama pasangan sedini mungkin tentukan rencana-rencana hingga 10-20
tahun kedepan. Lalu dalam hal ketika hendak memiliki suatu barang, tentukan
apakah benar itu kebutuhan atau hanya sebatas keinginan.
Lalu
dalam hal pendidikan anak, lakukan juga controlled pain, keprihatinan
terkontrol untuk anak, seperti memberikan uang jajan secukupnya, membiasakan
menabung semenjak dini. Controlled pain akan membentuk anak menjadi
pribadi tangguh dan mandiri dengan keadaan apapun.
Hampir
serupa dengan Manajement Portofolio, lakukan strategi mengatur keuangan 4-4-2
atau 4-3-3, yaitu penghasilan dibagi menjadi tiga bagian sebagai berikut 40%
untuk kebutuhan primer, lalu 30% untuk kebutuhan sekunder dan 30% terakhir
untuk kebutuhan finansial masa depan (menabung).
Jangan lupakan rekreasi dan hiburan namun perhatikan juga untuk rekreasi sekalipun harus dipikirkan, jangan asal rekreasi sahaja, upayakan mencakup 4 M, MENYENANGKAN, MENYEHATKAN, MENDIDIK dan MEMILIKI MANFAAT.
At
the end, Om Eko menyampaikan bahwa Penghasilan itu tidak terbatas, tidak hanya
dari gaji saja tetapi dari usaha-usaha lainya. Sementara pengeluaran itu
terbatas, seperti sandang, pangan dan papan, contohnya tidak mungkin kita makan
10 kali dalam sehari atau memakai baju langsung 10 rangkap. Artinya pengeluaran
itu terbatas jika hanya sesuai dengan kebutuhan.
Apa
yang telah disampaikan Om Eko adalah dasar-dasar dalam mengelola keuangan
dengan baik. Namun demikian untuk menjalankan semuanya dengan sempurna seperti
yang telah disampaikan, tidak mudah, memang. Tergantung pada kebutuhan dan
kemampuan dari finansial kita masing-masing. Namun demikian apa yang telah
disampaikan dapat dijadikan suatu dasar untuk merencanakan keuangan dengan
baik. Setidaknya memiliki gambaran tentang perencanaan keuangan yang baik dan
berupaya untuk mewujdukannya dalam kehidupan keseharian kita.
Mari
mulai merencanakan keuangan dengan baik, demi masa depan yang kebih baik.