Film yang “membagongkan”, 104 menit terbuang percuma
hanya untuk menyaksikan alur kekerasan yang tidak layak untuk ditonton. Sepertinya
Film Killer’s Game hampir serupa atau memang sengaja mengikuti gaya film John
Wick. Namun demikian untuk menghabiskan waktu selama libur hari raya lebaran dan sekaligus saya juga kebetulan sukak film
action ya ga ada salahnya jugalah kita simak sampai selesai.
Salah Diagnosa Yang Berakibat Fatal
Film Killer’s Game bercerita tentang Seorang Pembunuh Bayaran, yang
bernama Joe Flood diperankan oleh Dave Bautista, yang dalam satu pekerjaan
membunuh membawanya berkenalan dengan Penari Balet bernama Maize Amoud diperankan
Sofia Boutella. Hubungan berlanjut menjadi sebuah kisah romansa, antara Joe dan
Maize, tanpa si Maize mengetahui apa pekerjaan dari Joe.
Pada saat bersamaan Joe mengalami sakit kepala dan setelah
melalui rangkaian pemeriksaan kesehatan Joe terdiagnonas menderita suatu penyakit
yaitu Creutzfeldt-Jakob suatu demensia yang
berlangsung cepat, menimbulkan kehilangan ingatan, perubahan kepribadian dan halusinasi.
Pada intinya dengan penyakit yang diderita Joe tidak akan memilki waktu hidup
lebih lama.
![]() |
Dave Bautista-Film Killer’s Game |
Demi
mengetahui waktu hidupnya tidak lama, ia meminta Zvi Rabinowitz, yang merupakan
Bos dari Joe Flood untuk membunuh
dirinya bahkan ia bersedia membayar Zvi Rabinowitz sama seperti yang lain membayar
untuk melakukan tugas membunuh.
Sebagai
mentor dan juga bos, Zvi Rabinowitz, menolak mentah-mentah keinginan dari Joe.
Bahwa Joe sedang sakit seharusnya diobat, bukan untuk membunuhnya. Kalau tidak ditemukan
pengobatan saat ini, gunakan pengobatan alternatif di pegunungan atau di
pedalaman.
Demi
mengetahui sarannya ditolak oleh Zvi Rabinowitz, Joe memutuskan untuk
mendatangi rival masa lalunya. Dan membayar mereka untuk melakukan suatu tugas
pembunuhan, yaitu membunuh dirinya. Sebagai rival yang memang dari dulu hendak
membunuhnya adalah sebuah kesempatan emas, diberikan peluang untuk dapat
menghabisi nyawa Joe dan mendapatkan pembayaran pulak.
Joe
meminta syarat, misi untuk membunuh dirinya dimulai tepat pukul 24.00, karena
ia harus menyelesaikan hubungannya terlebih dahulu dengan kekasihnya.
Jreng,
ketika sudah menyelesaikan segala urusan dengan kekasihnya dan waktu hampir
mendekati jam 24.00, dokter yang memeriksakan Joe mengabari bahwa hasil diagnosa
yang telah ia sampaikan adalah salah. Hasil laboratorium terhadap penyakit Joe
tertukar dengan pasien lain. Artinya penyakit Joe bukanlah Creutzfeldt-Jakob dan
Joe tidak akan mati dalam waktu dekat.
Sementara
misi untuk membunuh Joe sudah dijalankan, semua pembunuh bayaran berkejaran
untuk membunuh Joe bahkan bayaran dilipatgandakan untuk dapat menghilangkan
nyawa Joe.
Misi
untuk membunuh Joe inilah banyak adagan kekerasan yang “membagongkan”, selain
tidak layak untuk ditonton dan memang brutal banget sih (menurut saya),
sehingga merusak alur cerita yang sudah manis dibangun diawal.
At the
end sudah taulah kan, seperti film action lainnya sang jagoan harus menang,
plus one man show yang dapat mengalahkan banyak musuh sementara doi hanya
luka-luka ringan.
Btw rupanya Film Killer’s Game ini diangkat dari cerita sebuah Novel dari Om Jay Bonansinga yang diterbitkan pada tahun 1997 dengan judul yang sama.